“Berbukalah dengan yang manis” ialah kalimat yang sering terdengar apalagi disaat bulan Ramadhan, untuk yang wondering kenapa saya menulis artikel bertajuk manis, ini dikarenakan saya habis berbuka puasa😀 (excuses, padahal lagi kehabisan hal untuk dibagi). Oke, kembali ke manis, mengapa bisa ada kalimat seperti pada awal artikel? ada apa dengan manis? manis seperti yang kita ketahui asalnya dari gula. Gula memiliki banyak manfaat bagi tubuh, yakni sebagai sumber karbohidrat yang akan diolah menjadi glukosa dan menjadi makanan bagi sel-sel tubuh kita, bahkan otakpun makanannya ialah gula.

20120611-190401.jpg

Oleh ahli gizi gula dibagi atas dua kelompok, yakni simple sugar (gula sederhana) dan complex sugar (gula kompleks). Gula sederhana seperti butiran gula tergolong monosakarida, hanya memiliki satu molekul, tidak mengandung zat gizi dan mineral sehingga mudah diproses menjadi glukosa, saya sendiri biasanya memanfaatkan gula sederhana ini sebagai pertolongan pertama saat lemas. Sedangkan gula kompleks seperti nasi, jagung, gundam eh gandum :p , ice cream, dll memilik zat vitamin dan mineral.
Apapun bentuk bentuknya, kandungan gizinya tetap serupa bila sudah di cerna menjadi glukosa maupun fruktosa dan menjadi sumber energi, itulah sebabnya mengapa yang manis-manis baik segera dikomsumsi saat berbuka puasa, yang perlu diperhatikan ialah moderasi, komsumsi apapun yang berlebihan tanpa diimbangi dengan olah raga termasuk komsumsi gula dapat berdampak buruk bagi tubuh misalnya obesitas.